[ Lihat : Muqaddimah ] '
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أما بعد
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (4) ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ (5)إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (6
Maksudnya :
" Sesungguhnya Kami telah menjadikan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (4)
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),(5)
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya."(6)
*************************************
يَـأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ ءَامِنُواْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَـبِوَالْكِتَـبِ الَّذِى نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَـبِ الَّذِى أَنَزلَ مِن قَبْلُوَمَن يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَـئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الاٌّخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـلاً بَعِيداً
"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang ingkar (kafir) kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan Hari Akhirat, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya."
*****************************************[ Al-Quran surah سورة النساء An-Nisaa' : 136 ]
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sesekali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."
[Al-Quran surah سورة آل عمران Ali-'Imran : 102]
i. Kepercayaan kepada Allah,
iv. Kepercayaan kepada Kitabullah,
Antara ayat-ayat al-Quran yang bersabit dengan perkara ini ialah :vi. Kepercayaan kepada Qada dan Qadar Allah SWT.
Maksudnya :لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
[Surah سورة البقرة Al-Baqarah : 177 ]i." Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian (akhirat), Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi dan memberikan harta yang dikasihinya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongn) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (merdekakan) hamba sahaya, mendirikan solat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."
Maksudnya :آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
[Surah سورة البقرة Al-Baqarah : 285 ]ii." Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : 'Kami tidak membeza-bezakan antara seseorng pun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya, dan mereka mengatakan : 'Kami dengar dan kami ta'at'. (Mereka berdo'a) : 'Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau jugalah tempat kembali'."
Dalam sebuah Hadis yang panjang ketika menjawab pertanyaan Malaiakt Jibril Alaihisalam Rasulullah s.a.w. menjelaskan yang antara lainnya berbunyi:
قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. [ رَوَاهُ مُسْلِمٌ
"....Kemudian ia (Jibril) bertanya lagi: 'Beritahukan kepadaku tentang Iman'.Nabi menjawab:'Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; Malaikat-Nya; Kitab-kitab-Nya; para Rasul-Nya; Hari Akhirat, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.' Ia berkata: 'Engkau benar.'......" [Hingga akhir Hadis. HR Muslim]
i. Mengucap Dua Kalimah Syahdat
ii. Mendirikan Sembahyang Lima Waktu Sehari Semalam
iii. Memberi Zakat
iv. Berpuasa Pada Bulan Ramdzan
v. Mengerjakan Ibadah Haji di Baitullah, Makkah (jika mempunyai kemampuan yang disyaratkan mengikut hukum syarak).
بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان
Maksudnya :
“Islam itu dibangunkan atas lima perkara, iaitu: Syahadat bahwasanya tiada yang sah diibadatkan dengar sebenarnya melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad itu adalah Rasul Pesuruh Allah, mendirikan solat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan.”
[HR Muslim ]
وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاMaksudnya :
[ Surah سورة الإسراء Al-Isra' : 36 ]i." Dan janganlah kamu mengikuti yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabnya."
فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ
Maksudnya :
ii." Maka sesungguhnya Kami akan menayai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (Kami)."
[Surah سورة الأعراف Al-A'raaf : 6 ]
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (7) فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (8) وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا (9) وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (10) فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (11) وَيَصْلَى سَعِيرًا (12) إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا (13) إِنَّهُ ظَنَّ أَنْ لَنْ يَحُورَ (14) بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا (15)
iii."Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, (7)
Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, (8)
dan dia akan kembali kepada kaumnya ( yang sama-sama beriman) dengan gembira, (9)
adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, (10)
maka dia akan berteriak : 'Celakalanh aku'. (11)
Dan dia akan masuk ke dalam api (neraka) yang menyala-nyala. (12)
Sesungguhnya dia dahlu ( di dunia) begembira di kalangan kaumnya ( yang sama-sama kafir). (13)
Sesungguhnya dia menyangka bahawa dia tidak sesekali akan kembali ( kepada Tuhannya). (14)
( Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya. (15)
[Surah سورةالانْشِقَاق Al-Insyiqaaq : 7-15 ]
Ayat-ayat al-Quran tersebut diperjelaskan lagi di dalam Hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :
لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَMaksudnya :
Dalam Hadis yang lain ada disebut juga seperti yang bermaksud:" Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Tuhannya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (iaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (harta tersebut) ia belanjakan serta apa sahaja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya." [ HR At-Tirmizi dan Ath-Thabrani ]
"........bahawasanya dibentangkan bagi seseorang hamba itu pada tiap gerak daripada segala gerak-gerak itu walaupun sekecil mana sekalipun akan ditanya (pada Hari Pembalasan) melalui tiga (3) dewan iaitu melalui dewan pertama 'Lima ' yang menanyakan kenapa? Dewan kedua 'Kaifa' yang bertanyakan bagaimana ? Dewan ketiga 'Liman' bertanyakan kerana siapa ........"[hingga akhir hadis] .
"..bahawa aku menaik saksi, memberi pengakuan yang teguh dengan lidah dan berkeyakinan penuh di hati mengakui, bahawasanya tiada yang sah DIIBADATKAN dengan sebenarnya melainakan Allah [LA M’ABUDA BIHAQQIN ILLALLAH لامعبود بحق إلا الله ].Dengan Kitab-Nya yang mulia yang diturunkan kepada Nabi-Nya yang dibangkitkan menjadi Rasul-Nya itu, mengetahuilah kita sekalian hamba Allah ini melalui Rasul-Nya itu bahawasanya Allah itu ada dan ada-Nya Allah itu Ia-Nya sentiasa ada, selama-lamanya ada, tidak berkeputusan ada-Nya dan ada-Nya Allah SWT itu, tiada bagi-Nya permulaan, tiada bagi-Nya kesudahan, dan Allah SWT itu tiada bagi-Nya misal, tiada bagi-Nya bandingan, tiada bagi-Nya umpama, tiada bagi-Nya keadaan yang berlawanan dan sentiasalah Allah SWT itu mempunyai kemuliaan dan kesempurnaan.
Bahkan Allah SWT itu ialah yang awal yang tiada berawal bagi-Nya dan Dialah yang akhir yang tiada berakhir bagi-Nya, dan Dialah yang zahir yakni Yang Maha Tinggi dan Maha Suci daripada segala kekurangan yakni tidak sekali-kali Allah SWT itu menyamai apa juga barang yang diadakan oleh-Nya. Dialah yang batin yakni yang terdinding daripada segala pendapatan pancaindera yang lima dengan dindingan kebesaran dan kemuliaan-Nya dan sesungguhnya Allah SWT itu Amat Mengetahui tiap-tiap sesuatu. "
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَMaksudnya :
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman pada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa raga mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar."
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لا شَرْقِيَّةٍ وَلا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌSebahagian daripada maksudnya :
".....adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus (misykat), yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berakahnya, (iaitu ) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah baratnya, yang minyaknya sahaja hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis ), Allah membimbing kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِنْدَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ (39) أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ (40Maksudnya :
" Dan orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apa pun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.(39)
Atau seperti gelap gelita di dasar lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula) di atasnya (lagi ) awan, gelap gelita yang tindih -bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya tiadalah dia dapat melihatnya, ( dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya petunjuk oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun." (40)

Fatamorgana di gurun padang pasir
اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا. أنى وجهت وجهي للذى فطر السموات والأرض حنيفا مسلما وما أنا من المشركين. ان صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين لاشريك له وبذلك امرت وانا من المسلمين
Maksudnya :
" Allah Maha Besar lagi Maha Agung. Dan puji-pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah siang dan malam. Aku hadapkan mukaku, kepada (Kebesaran dan Kemuliaan Allah ) yang mengadakan langit dan bumi, aku cenderung lagi berserah kepada Allah dan bukanlah aku dari golongan orang yang mensyirikkan Allah. Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku ku serahkan hanya kepada Allah seru sekalian alam. Maka tidaklah sesekali aku menyekutukan-Nya. Dan demikian aku ditugaskan, dan aku adalah dari golongan orang-orang Islam."
Rumusannya, jika kita ditanya : "Apakah Iman itu?". Maka hendaklah dijawab: Adapun "Iman" itu bukan ertinya percaya sahaja dan juga bukanlah ertinya tahu membilang/membaca/menghafaz enam perkara Rukun Iman itu sahaja, bahkan "Iman" itu ialah mengandungi ilmu yang jika ada seseorang itu memiliki dan dijadikan pegangan iktiqad sebagaimana ilmu yang terkandung di dalam Asma' Ul Husna dan kitab Terjemah Aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah Pada Makna Dua Kalimah Syahdat itu daripada awal hingga akhirnya, maka ianya ada memiliki "Iman". Jika dia tiada memiliki ilmu seperti yang terkandung di dalam kitab tersebut maka tidaklah ia memiliki ilmu yang dinamakan "Iman".
Dalam hal ini adalah amat bermanfaat jika dapat berusaha bersungguh-sungguh untuk mempelajari, memahami serta mengamalkan apa yang disebut di dalam Hadis Rasulullah s.a.w. berikut :
وَقِيلَ يَا رَسُولَ الله : اَيُّ الاَعْمَالِ اَفْضَل. فَقَالَ: اَلْعِلْمُ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقِيلَ اَيُّ الْعِلْمِ تُرِيدُ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ: اَلْعِلْمُ بِاللهِ سُبْحَانَهُ. فَقِيلَ لَهُ: نَسْأَلُ عَنِ الْعَمَلِ وَتُجِيبُ عَنِ الْعِلْمِ . فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: اِنَّ قَلِيلَ الْعَمَلِ يَنْفَعُ مَعَ الْعِلْمِ بِاللهِ وَاِنَّ كَثِيرَ العَمَلِ لَا يَنْفَعُ مَعَ الجَهْلِ بِاللهِ.
Namun demikan adalah wajar difahami juga bahawa petunjuk dan hidayah adalah milik dan hak Allah belaka. Dia juga Yang Maha Mengetahui, Maha Pemurah, Maha Berkuasa lagi Maha Bijaksana untuk mengurniakan taufik hidayah kepada sesiapa juga di kalangan hamba-hamba yang dikehendaki-Nya sebagaimana Firman-Nya di dalam al-Quran yang antaranya ialah:" Sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasulullah s.a.w.: 'Apakah amalan-amalan yang lebih afdhal?'. Maka sabdanya : 'Ialah ilmu dengan pengenalan kepada Allah Azzawajalla.' Maka ditanya : 'Apakah dia ilmu yang engkau kehendaki itu?'. Sabda Nabi Muhammad s.a.w. : 'Ialah ilmu dengan pengenalan kepada Allah SWT.' Maka ditanya kepadanya: 'Kami menanya daripada amalan dan engkau menjawab daripada ilmu.' Maka sabda Nabi Muhammad s.a.w.: 'Bahawasanya sedikit amalan itu memberi manfaat berserta adanya ilmu pengenalan kepada Allah SWT dan bahawasanya banyak amalan itu tiada memberi manfaat berserta kejahilan ilmu pengenalan kepada Allah Subhanahuwataala'."
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
i.“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak memberi hidayah kepada sesiapa yang engkau kasihi (seperti Abu Talib) akan tetapi Allah jualah yang memberi petunjuk (kepada) sesiapa yang Dia kehendaki; dan Dia-lah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayah.”
[ Surah سورة القصص Al-Qashash : 56 ]
مَنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولا
Maksudnya :
ii." Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah ( Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."
[ Surah سورة الإسراء Al-Isra' : 15 ]
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (17) وَنَجَّيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (18)
Maksudnya :
iii." Dan adapun kamun Tsamud maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (17)
Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertaqwa ." (18)
[ Surah سورة فصلت Fushshilat : 17-18 ]
Mudah-mudahan Do'a Nabi Ibrahim yang terpahat abadi dalam al-Quran surah سورة إبراهيم Ibrahim ayat 38-41, surah سورة الشعراء Asy Syu'araa' ayat 83-87 dan jawapan Allah mengenai do'anya khusus untuk bapanya seperti yang terkandung dalam surah سورة التوبة At-Taubah ayat 114 ini dapat kita fahami dan manfaatkan bersama :
رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي السَّمَاءِ (38) الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ (39) رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ (40) رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (41)
Maksudnya :
i." Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami zahirkan; dan tidak ada suatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. (38)
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan ) do'a. (39)
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan solat, ya Tuhan kami , perkenakanlah do'aku. (40)
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (41)
[ Surah سورة إبراهيم Ibrahim : 38-41 ]
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ (83) وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ (84) وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ (85) وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ (86) وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87)
Maksudnya :
ii." (Ibrahim berdo'a) : ' Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang soleh, (83)
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, (84)
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai syurga yang penuh kenikmatan, (85)
dan ampinilah BAPAKU, kerana sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, (86)
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, " (87)
[ Surah سورة الشعراء Asy Syu'araa' : 83-87 ]
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (113) وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ إِلا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لأوَّاهٌ حَلِيمٌ (114)
Maksudnya :
iii." Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang yang musyirik, walaupun orang-orang yang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahawasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka Jahanam. (113)
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapanya, tidak lain hanyalah kerana suatu janji yang telah diikrarkan kepada bapanya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahawa bapanya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun." (114)
[ Surah سورة التوبة At-Taubah : 113-114 ]
i. SOAL JAWAB Mengenai "ADA" Allah SWT
ii. Tarbiyatul Fikrit- Tifili- Fahmi Ulumiddin
iii. Asma' Ullah Al-Husna
iv. Kekeliruan Pemahaman Terhadap Asma' Ullah Al-Husna
v. Allah Dikatakan Berjuzuk, Mempunyai "Tangan" dan Istiwa' di 'Arasy
vi. في ترجمة عقيدة اهل السنة في كلمتي الشهادة التي هي أحد مباني الاسلام
vii. Inilah Pegangan Akidah Penganut Syi'ah ]
**************************************************
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَMaksudnya :
[ Al-Quran surah سورة التحريم At-Tahrim : 6 ]" Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Pemandangan di dasar laut yang gelap
Maksudnya :أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ
[Al-Quran سورة النور surah An-Nuur : 40 ]"Atau seperti gelap gelita di dasar lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula) di atasnya (lagi ) awan, gelap gelita yang tindih bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya tiadalah dia dapat melihatnya, ( dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya petunjuk oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun."
************************************
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
" Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki."
*********************************************
مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا، أوْ لِيصْمُتْ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جارَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Maksudnya :
"Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah berkata yang baik atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah memuliakan tetamunya.[Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim daripada Abu Hurairah ]

Tiada ulasan:
Catat Ulasan