Sambugan daripada : UNTUKMU AGAMAMU, DAN UNTUK AKULAH AGAMAKU
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ اْلاَحْوَالِ وَاْلآفَاتِ وَتَقْضِى لَنَا بِهَامِنْ جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ.وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاتِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
أَمَّا بَعْـدُ
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Maksudnya :
" Dan ( ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya ketika dia memberi pelajaran kepadanya : 'Hai anakku, janganlah sesekali kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan ( Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar'."
[ Al Quran surah سورة لقمان Luqman : 13 ]
****************************************
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
Maksudnya :
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain daripada (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."
[ Al Quran surah سورة النساء An Nisaa' : 48 ]
******************************************
ii.“Dan apabila kamu mentaati/menuruti kebanyakan orang di muka bumi, nescaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan (agama) Allah, tidak mereka mengikuti kecuali (hanya) persangkaan belaka, dan mereka tidak lain kecuali (hanya) berbohong (berdusta).
[ Al-Quran surah سورة الأنعام Al-An'aam : 116 ]
******************************************
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
" Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-nabi) yang sebelummu : 'Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), nescaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang rugi'."
************************************************************
الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا
i." Yang mengadakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam (6) hari, kemudia Dia 'Beristiwa'' di atas 'Arasy, (Dia-lah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah tentang itu kepada Yang Maha Mengetahui."
ii." Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah mengadakan langit dan bumi dalam enam (6) hari, lalu Dia "Beristiwa'" di atas 'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diadakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, mengadakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam."
[Surah سورة الأعراف Al-A'raaf : 54 ]
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الأمْرَ مَا مِنْ شَفِيعٍ إِلا مِنْ بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلا تَذَكَّرُونَ
iii." Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang Mengadakan langit dan bumi dalam enam (6) hari, kemudian Dia "Beristiwa" di atas 'Arasy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada keizinan-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka ibadatkanlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil iktibar?"
i. “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menjadikan langit dan bumi serta apa-apa yang ada di antara keduanya dalam enam (6) hari, kemudian Dia "Beristiwa' " di atas ‘Arsy .” (HR. An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra)
ii.“Ketika Allah selesai menjadikan, Dia "Beristiwa'" di atas ‘Arsy-(Diriwayatkan oleh Al-Khallal dalam As-Sunnah, dishahihkan oleh Ibnul Qayyim dan Adz-Dzahabi berkata: Para perawinya tsiqah)
فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ
iii.“Maka jika kalian meminta kepada Allah, mintalah al-Firdaus, kerana sungguh ia adalah syurga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya 'Arasy Ar-Rahman, dan daripadanya sungai-sungai syurga mengalir.”(HR. Al-Bukhari)
".......Dan kata Sa'id bin Al-Masib :
Tatkala sakit Abu Bakar r.a. datang orang-orang daripada para sahabat, lalu mereka berkata: 'Wahai Khalifah Rasullullah s.a.w., perbekalkan kami, bahawasanya kami lihati engkau barang apa yang ada dengan hal engkau (sakit)'. Maka kata Abu Bakar r.a.:فقال ابو بكر: من قال هؤلاء الكلمات ثم مات جعل الله روحه في الأفق المبين، قالوا وما الافق المبين؟ قال قاع بين يدي العرش فيه رياض الله وانهار يغشاه كل يوم مائة رحمة فمن قال هذا القول جعل الله روحه في هذاالمكان .
"Barangsiapa membaca do'a ini kemudian ia mati nescaya Allah Taala tempatkan rohnya itu di al-Ufukil Mubin (الافق المبين),Mereka berkata mereka: Apa dia al-Ufukil Mubin? Jawabnya: Satu tempat di hadapan 'Arasy terdapat (di dalamnya) taman-taman dan sungai-sungai. Di situ turunnya setiap hari seratus (100) rahmat. Maka barangsiapa membaca do'a ini nescaya Allah tempatkan rohnya di tempat ini.”
i." (Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohon ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : ' Ya Tuhan kami, Rahmat dan Ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampun kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari seksaan neraka yang bernyala-nyala'."
ii." Allah, tiada Tuhan yang sah diibadatkan dengan sebenar-benarnya melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai 'Arasy yang agung."
[ Surah سورة النمل An-Naml : 26 ]
iii. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu lapan orang malaikat menjunjung 'Arasy Tuhanmu di atas ( kepala) mereka.
[Surah سورة الحاقة Al-Haaqqah : 17 ]
iv." Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : 'Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arasy yang agung'."
i.“Tidak langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dan apa yang ada di antara dan di dalamnya dibandingkan dengan Kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang dilempar ke tanah lapang, dan Kursi dengan apa yang ada di dalamnya dibandingkan dengan 'Arasy seperti lingkaran (gelang) tersebut pada tanah lapang tersebut.”
(Silsilah Ahadits al-Shahihah No.109)
ii.“Wahai Abu Dzar tidaklah langit yang tujuh dibanding Kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang dilemparkan ke tanah lapang, dan besarnya ‘Arsy dibandingkan dengan Kursi seperti lebih besarnya tanah lapang dari lingkaran (gelang).”
مَا السَمَوَاتُ السَبْعُ وَالأَرْضُوْنَ السَبْعُ وَمَا بَيْنَهُنَّ وَمَا فَيْهِنَّ فِيْ الكُرْسِي إِلاَ كَحَلَقَةِ مُلْقَاةٌ بِأَرْضِ فَلاَة وَإِنَّ الكُرْسِي بِمَا فِيْهِ بِالنِسْبَةِ إلَىالْعَرْشِ عَلَى كتِلْكَ الحَلَقَةِ عَلَىتِلْكَ الفلاَةِ
iii.“Tidak langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dan apa yang ada di antara dan di dalamnya dibandingkan dengan Kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang dilempar ke tanah lapang, dan Kursi dengan apa yang ada di dalamnya dibandingkan dengan ‘Arsy seperti lingkaran (gelang) tersebut pada tanah lapang tersebut.”
مَا السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلاَّ كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ فَلاَةٍ، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ تِلْكَ الْفَلاَةِ عَلَى تِلْكَ الْحَلْقَةِ
iv.“Perumpamaan langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.”
أُذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلاَئِكَةِ اللَّهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ
"Telah diizinkan bagiku untuk menceritakan tentang seorang malaikat di antara malaikat-malaikat pemikul 'Arasy**. Sesungguhnya apa yang ada di antara dua cuping telinganya sampai ke bahunya adalah sejauh perjalanan 700 tahun (dalam riwayat lain, 700 tahun burung terbang dengan laju)." [HR. Abu Dawud ]
إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ
i. "Sesungguhnya aku (burung Hud-Hud) menjumpai seorang wanita ( Ratu Balqis) yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai al-'arasy (singgahsana) yang besar." [Surah سورة النمل An-Naml: 23 ]
وَرَفَعَ اَبَوَيۡهِ عَلَى الۡعَرۡشِ وَخَرُّوۡا لَهٗ سُجَّدًاۚ وَقَالَ يٰۤاَبَتِ هٰذَا تَاۡوِيۡلُ رُءۡيَاىَ مِنۡ قَبۡلُ قَدۡ جَعَلَهَا رَبِّىۡ حَقًّاؕ وَقَدۡ اَحۡسَنَ بِىۡۤ اِذۡ اَخۡرَجَنِىۡ مِنَ السِّجۡنِ وَجَآءَ بِكُمۡ مِّنَ الۡبَدۡوِ مِنۡۢ بَعۡدِ اَنۡ نَّزَغَ الشَّيۡطٰنُ بَيۡنِىۡ وَبَيۡنَ اِخۡوَتِىۡؕ اِنَّ رَبِّىۡ لَطِيۡفٌ لِّمَا يَشَآءُؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡعَلِيۡمُ الۡحَكِيۡمُ
Maksudnya :
ii. " Dan ia menaikkan kedua-dua ibu-bapanya ke atas al-'arasy (singgahsana ). Dan mereka ( semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusof. Dan berkata Yusof : 'Wahai ayahku inilah takbir mimpi yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.....'..... " [ Surah سورة يوسف Yusof : 100 ]
" 'Bersemayam' di atas 'Arasy ialah sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.."
"....[(Allah SWT itu) tiada seperti seumpama 'SESUATU' apa pun dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
"... bagaimanakah Allah Beristiwa'اسْتَوَى di atas 'Arasy' (عَرْش)?"
i. Jika Allah "Beristiwa'" di atas 'Arasy adakah Allah lebih besar daripada 'Arasy atau 'Arasy lebih besar dari Allah?ii. Sebelum menjadikan 'Arasy di manakah Allah "Beristiwa'"?.iii. Adakah Allah "Beristiwa' " secara duduk diam, berdiri atau bergerak seperti makhluk?
iv. Adakah Zat (Diri)Allah itu berjuzuk yang mempunyai ukuran dan menerima bahagi-bahagi seperti makhluk?
a. AL-QUDDUS القدوس: Yang Maha Suci daripada segala kekurangan dan daripada segala barang yang baharu, antaranya masa dan tempat, maka tiada menyertai-Nya (tiada mengenai-Nya) masa dan tempat kerana Dia-lah yang mengadakan kedua-duanya itu, maka Dia tidak sesekali berhajat atau mengambil faedah daripada kedua-duanya itu.
b. AL-KAHLIQ الخالق: Yang Mengadakan, bagi segala sesuatu dengan Qudrat-Nya, menurut Ilmu dan Kehendak-Nya yang Qadim (atau) Yang Menzahirkan (Mengadakan) semua barang yang ada dengan Qudrat-Nya dan Mentakdirkan (Menentukan) tiap-tiap suatu daripadanya dengan kadar tertentu dengan Kehendak-Nya yang Qadim menurut Hikmah-Nya. (على مقتضى حكمته)
c. AL-AWAL الأول: Yang Awal Yang Tiada Berawal Bagi-Nya, sebelum ada suatu, yakni sebelum ada masa dan tempat, maka hanya Allah Ta'ala sahaja yang ada.
d. AL-AKHIR الآخر: Yang Akhir daripada tiap-tiap suatu, yakni Yang Akhir Yang Tiada Berakhir Bagi-Nya.
e. AL-ZAHIR الظاهر: Yang Zahir dengan segala tanda-Nya, dalil-Nya dan perbuatan-Nya yakni segala barang pertukangan-Nya (atau) al-A'ali yakni Yang Maha Tinggi dan Maha Suci daripada segala kekurangan dan tidak sesekali Allah itu menyamai segala apa jua barang yang diadakan oleh-Nya.
f. AL-BATHIN الباطن : Yang Batin dengan hakikat Zat-Nya dan hakikat segala Sifat-nya yakni yang tiada dapat diketahui sama sekali oleh sekalian makhluk Allah, sama ada Nabi-nabi, Rasul-rasul dan Malaikat-malaikat akan hakikat Zat-Nya dan hakikat segala Sifat-Nya.
"....Allah Subhanahu Wata'ala itu tidak menyamai sesuatu, tidak ada sesuatu apa barang pun yang ada yang menyamai Tuhan, Tuhan itu tidak mengenai tempat, tidak mengenai masa, tidak mengenai pihak, tidak mengenai sukatan, tidak mengenai bilangan......
Tuhan itu tidak di atas sesuatu, tidak di bawah sesuatu dan mafhum makna bahawa "Tuhan itu atas 'Arasy (عَرْش)" ialah dengan makna bahawa Tuhan itu memerintah dan memiliki 'Arasy dan bukan makna atas itu pihak dan tempat. Sesungguhnya Tuhan itu tidak sesekali menerimai pihak dan tempat dan Tuhan itu tidak di luar tujuh lapis langit dan bumi, tidak di dalamnya, tidak meliputinya dan tidak bercampur dengannya, dan tidak Tuhan itu di luar syurga, dan tidak di dalamnya, dan tidak meliputinya dan tidak bercampur dengannya, bahkan Allah Taala Tuhan kita Jalla Wa'azza itu lain, dan segala barang yang ada yang diadakan oleh Allah Taala itu lain. Maka Allah Taala itu sangat berlainan yang sehabis-habis berlainan yang tiada sesuatu apa-apa pun yang menyamai-Nya.Maka sebelum ada masa, sebelum ada tempat, sebelum ada lapang, sebelum ada cahaya, sebelum ada warna, sebelum ada rupa, sebelum ada huruf, sebelum ada suara, sebelum ada sukatan, bilangan, ukuran, gerak, diam, sunyi, senyap dan sebelum ada 'Arasy, Kursi, syurga, neraka, tujuh lapis langit dan bumi dan segala isinya, sebelum ada apa-apa benda pun barang sesuatu yang diadakan oleh Allah SWT itu adalah Allah SWT itu Tuhan kita Jalla Wa'azza itu Ia-Nya ADA sebagaimana Dia ADA itu juga, yang sentiasa ADA, selama-lamanya ADA, mempunyai kemuliaan dan kesempurnaan......"
Dalam bab AL-AFA'AL (الافعال PERBUATAN ALLAH) dalam kitab yang sama diperjelaskan juga :
"..... Maka ada atau tidak ada atau belum ada atau rosak binasa segala barang perbuatan Allah itu maka adalah Allah Taala itu Ia-Nya ada sebagaimana Ia ada itu juga, kerana adalah yang ada pada Azal itu ialah Allah Taala sahaja yang ada, dan tidak ada yang lain daripada-Nya.Maka Allah Taala mengadakan segala makhluk-Nya itu daripada semata-mata tidak ada barang itu kepada adanya ialah kerana menzahirkan bagi kuasa-Nya dan mentahkikkan bagi barang apa yang telah terdahulu daripada kehendak-Nya; dan kerana kebenaran-Nya bagi barang apa yang ada pada Azal-Nya daripada Kalam-Nya dan bukan kerana mengambil faedah daripada-Nya dan bukan kerana mengenai sesuatu hajat kepadanya, bahkan Allah Taala itu amat terkaya daripada yang demikian itu; dan adalah Allah Taala itu mempunyai kelebihan dan kemurahan dan sentiasanya memberi berbagai rahmat yang tiada terhingga...
Dan bahawasanya Allah Taala Wa Azza itu memberi pahala kepada hamba-hamba-Nya yang mukminin di atas ketaatan mereka itu ialah semata-mata degan hukuman kemurahan dan janji-Nya; bukan dengan hukuman termestinya dan terwajibnya dan termustahaknya bagi Allah berbuat demikian, kerana tiada terwajib ke atas Allah itu berbuat sesutu bagi hamba-hambaNya dan tidak ada sesekali daripada Allah itu kezaliman; dan tiada wajib bagi hamba itu hak ke atas Allah dan haknya itu adalah pada ketaatan.."
فَاطِرُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَمِنَ الأنْعَامِ أَزْوَاجًا يَذْرَؤُكُمْ فِيهِ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"(Dia) yang mengadakan langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu sendiri berpasang-pasangan (pula), dan menjadikan dari jenis binatang-binatang ternak pasang-pasangan (bagi binatang-binatang itu); dengan jalan itu, kamu semua berkembang biak. (Allah SWT itu) tiada seperti seumpama 'SESUATU' apa pun dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
i. Allah itu bertempat dan berada di mana-mana atau di atas 'Arasy atau berada di dalam 'Arasy atau bersatu-padu dengan 'Arasy atau berada di atas langit.ii. Allah itu tidak bersifat Qadim kerana memerlukan tempat untuk ada, berjuzuk dan bersifat seperti makhluk.iii. Allah itu lemah, tidak sempurna dan tidak mempunyai kesucian, kebesaran, kemuliaan Sifat-sifat-Nya seperti yang terkandung di dalam Asma' Ul-Husna kerana berhajat dan mengambil faedah daripada makhluk-Nya ( segala sesuatu yang diadakan-Nya).
i."Yang demikian itu adalah apabila kamu diserukan hanya kepada Allah Yang Maha Esa sahaja disembah, (diibadatkan) kamu ingkar (kafir), dan apabila dipersekutukan [mensyrikkan] dengan-Nya, lalu kamu sekalian mengimani (mempercayai). Maka hukuman itu (sekarang) adalah milik Allah Yang Maha Tinggi lagi Yang Maha Besar."
[ Surah سورة المؤمن Al-Mu'min : 12 ]
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
ii. " Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-nabi) yang sebelummu : 'Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), nescaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang rugi'."
iii. "..........Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh."
i. Masa dan Tempat (الزمان والمكان) adalah makhluk Allah belaka dan Allah Taala jua yang mengadakannya daripada semata-mata tidak ada kepada ada dengan Qadrat-Nya yang Qadim lagi Azali dan bukan dengan Zat-Nya atau daripada Zat-Nya.ii. Sebelum diadakan oleh Allah Taala akan Masa dan Tempat maka 'Arasy tidak ada wujudnya sama sekali, bahkan syurga neraka dan segala lapisan langit dan bumi juga tidak ada/belum diadakan. Oleh itu sebelum diadakan oleh Allah SWT akan 'Arasy, maka Allah SWT tidak bertempat di atas 'Arasy, tidak ada di bawah 'Arasy, tidak ada di dalam 'Arasy, tidak ada di luar 'Arasy dan tidak bersatu-padu dengan 'Arasy.iii. Demikian juga apabila telah diadakan oleh Allah SWT akan 'Arasy maka Allah SWT tidak bertempat di atas,'Arasy, tidak ada di bawah 'Arasy, tidak ada di dalam ' Arasy, tidak ada di luar 'Arasy dan tidak bersatu-padu dengan 'Arasy, bahkan Allah SWT yang mengadakan 'Arasy itu yang "Memerintah" dan "Memiliki" 'Arasy.iv. Bahawa sebelum diadakan oleh Allah SWT akan tempat, maka Allah SWT tidak ada bertempat, tidak berhajat kepada tempat dan tidak berada di mana-mana tempat. Begitu juga apabila telah diadakan oleh Allah SWT akan tempat maka Allah tidak bertempat, tidak memerlukan makhluk tempat dan tidak berada di mana-mana tempat.v. Oleh sebab Allah itu bukan makhluk maka Zat (Diri) Allah SWT itu tidak sesekali menyamai zat-zat makhluk-Nya walau dengan apa jua jalan dan cara sekalipun kerana Zat Allah itu tidak berjuzuk sedangkan kesemua zat makhluk mempunyai juzuk. Apabila Zat Allah itu tidak berjuzuk maka tertolak dan ternafilah sama sekali daripada berupa, berpihak, bertempat, di luar sesuatu, di dalam sesuatu dan bersatu-padu dengan sesuatu, menerimai sukatan kecil besar, panjang lebar, gerak, diam, berhubung, bercerai, dekat dan jauh pada perjalanan dan lain-lain lagi yang melazimkan bagi setiap zat yang berjuzuk.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا بَعْدَ هُمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ.
i."Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : ‘Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya iaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di kolam 'Haudz' ."
" تفكروا في خلق الله ولا تفكروا في ذات الله "
ii."Berfikirlah kamu sekalian pada makhluk Allah dan jangan sesekali kamu sekalian berfikir pada (hakikat) Zat Allah."
وَقِيلَ يَا رَسُولَ الله : اَيُّ الاَعْمَالِ اَفْضَل. فَقَالَ: اَلْعِلْمُ بِاللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقِيلَ اَيُّ الْعِلْمِ تُرِيدُ؟ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ: اَلْعِلْمُ بِاللهِ سُبْحَانَهُ. فَقِيلَ لَهُ: نَسْأَلُ عَنِ الْعَمَلِ وَتُجِيبُ عَنِ الْعِلْمِ . فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: اِنَّ قَلِيلَ الْعَمَلِ يَنْفَعُ مَعَ الْعِلْمِ بِاللهِ وَاِنَّ كَثِيرَ العَمَلِ لَا يَنْفَعُ مَعَ الجَهْلِ بِاللهِ.
iii." Sesungguhnya telah dikatakan kepada Rasulullah s.a.w.: 'Apakah amalan-amalan yang lebih afdhal?'. Maka sabdanya : 'Ialah ilmu dengan pengenalan kepada Allah Azzawajalla.' Maka ditanya : 'Apakah dia ilmu yang engkau kehendaki itu?'. Sabda Nabi Muhammad s.a.w. : 'Ialah ilmu dengan pengenalan kepada Allah SWT.' Maka ditanya kepadanya: 'Kami menanya daripada amalan dan engkau menjawab daripada ilmu.' Maka sabda Nabi Muhammad s.a.w.: 'Bahawasanya sedikit amalan itu memberi manfaat berserta adanya ilmu pengenalan kepada Allah SWT dan bahawasanya banyak amalan itu tiada memberi manfaat berserta kejahilan ilmu pengenalan kepada Allah Subhanahuwataala'."
iv. Daripada Abu Hurairah r.a., bahawa Nabi s.a.w bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Maksudnya:
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan untuk ke syurga. Tidaklah satu kumpulan berkumpul di dalam sebuah rumah di antara rumah-rumah Allah, membaca kitab Allah (al-Qur’an) dan mempelajarinya sesama mereka melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), diliputi ke atas mereka rahmat dan dinaungi oleh malaikat serta Allah SWT akan menyebut mereka pada malaikat yang berada di sisi-Nya”. [Hadis Riwayat Muslim ]
عَنْ أَبِي سَعِيْد الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ[رواه مسلم]
"Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Siapa yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman."
فَاِلَّمْ يَسْتَجِيْبُوْا لَكُمْ فَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اُنْزِلَ بِعِلْمِ اللّٰهِ وَاَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚفَهَلْ اَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Maksudnya :
i." Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu ( ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya al-Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah,dan bahawasanya tidak ada Tuhan yang lain yang sah diibadatkan selain Dia, maka mahukan kamu berserah diri (kepada Allah)?."
[ Surah سورة هود Hud : 14 ]
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Maksudnya :
ii." Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa oerang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya."
[ Surah سورة التوبة At Taubah : 122 ]
أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُواْ الألْبَابِ
Maksudnya :
iii." ( Apakah kamu hai orang musyirik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah : 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? '. Sesungguhnya orang yang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
[ Surah سورة الزمر Az Zumar : 9 ]
Di dalam hadis Rasululullah s.a.w juga ada menjelaskan, antaranya :
i. Daripada Abu Hurairah r.a, bahawa Nabi s.a.w. bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Maksudnya:
“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah SWT akan memudahkan baginya jalan untuk ke syurga. Tidaklah satu kumpulan berkumpul di dalam sebuah rumah di antara rumah-rumah Allah, membaca kitab Allah (al-Qur’an) dan mempelajarinya sesama mereka melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), diliputi ke atas mereka rahmat dan dinaungi oleh malaikat serta Allah SWT akan menyebut mereka pada malaikat yang berada di sisi-Nya”. [Riwayat Muslim ]
ii. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ، كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا، وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍMaksudnya :
" Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu di atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan pada malam purnama di atas seluruh bintang-bintang, dan sungguh para ulama adalah pewaris nabi, dan sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka siapa yang mengambilnya ia telah mengambil bahagian yang melimpah." [ HR Abu Daud dan At-Tirmizi dari Abu Ad-Darda' radhiyallahu'anhu ]
وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
" Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, nescaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة ً وَفِي الأخِرَةِ حَسَنَة ًوَقِنَا عَذَابَ النَّار ِوَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ